Selasa, 23 Maret 2010

BIODATA 1


Nama :Eko Joko Susilo
Alamat : Perbatasan Desa Pringgadi & Podomoro, Podomoro RT I RW I
Kec. Pringsewu Kab. Pringsewu Lampung Indonesia
Hobi : Berenang
Makanan Kesukaan : Sate, Ayam Bakar Pokonya Yang di bakar-bakar
Pekerjaan : Mahasiswa
Anak Pertama Dari 3 Bersaudara 1. Eko Joko Susilo
2. Indah Dwi Lestari
3. Putri Nur Azizah
Nama Orang Tua : Panut, S.Pd
Sumarmi, Ama.Pd
Hal Yang Enggak Paling Disukai : Menunggu, Lagi Bokek

PANJANG UMUR


Panjang Umur Dengan Pil Kontrasepsi
Restia Juwita

15/03/2010 14:15 | Kesehatan
Liputan6.com, London: Salah satu penelitian terbesar di dunia mengenai pil kontrasepsi menemukan bahwa bagi wanita yang telah lama mengkonsumsi pil tersebut dapat hidup lebih lama dan kecil kemungkinannya meninggal akibat apapun, termasuk kanker dan penyakit jantung.

Para peneliti di Inggris mengatakan penelitian mereka akan meyakinkan jutaan perempuan di seluruh dunia yang telah mengkonsumsi pil KB bahwa tidak ditemukan hubungan antara obat-obatan dan kenaikan jangka panjang resiko kematian lebih cepat. "Hasil studi ini sangat meyakinkan dan menyarankan bahwa dalam jangka panjang manfaat kesehatan pil kontrasepsi mengalahkan setiap risiko," kata Richard Anderson dari Edinburgh University.

Penelitian, yang diterbitkan dalam British Medical Journal pada Jumat (12/3), dilakukan pada 46.000 perempuan selama hampir 40 tahun, seperti dikutip Reuters, baru-baru ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, wanita yang menggunakan kontrasepsi oral memiliki tingkat lebih rendah kematian secara bermakna dari setiap penyebab, termasuk penyakit jantung dan semua kanker, dibandingkan dengan wanita yang belum pernah menggunakan itu.

Tetapi para ilmuwan mengatakan temuan mereka hanya dapat berlaku bagi wanita yang telah mengambil pil dari gaya lama, bukan jenis obat yang lebih baru, sejak studi dimulai tahun 1968. "Banyak perempuan, terutama mereka yang menggunakan generasi pertama kontrasepsi oral bertahun-tahun yang lalu, kemungkinan meyakini hasil kami," tulis Philip Hannaford dari Aberdeen University, yang memimpin penelitian.

Sekitar 12 juta wanita di Amerika Serikat dan beberapa 3 juta wanita di Inggris telah menggunakan pil kontrasepsi. Sebelumnya laporan dari studi yang sama atau dikenal sebagai Royal College of General Practitioners "Studi Kontrasepsi oral dan salah satu penyelidikan terbesar di dunia yang sedang berlangsung mengenai efek kesehatan kontrasepsi oral, menyarankan bahwa obat-obatan dapat meningkatkan risiko kematian, terutama pada wanita yang lebih tua atau mereka yang merokok.

Sementara data terbaru juga menunjukkan risiko yang sedikit lebih tinggi pada wanita dibawah umur 45 yang saat ini atau pengguna pil baru, para peneliti mengatakan efek wanita muda menghilang setelah sekitar 10 tahun dan manfaat wanita yang lebih tua lebih besar daripada risiko perempuan yang lebih muda. (RUT/ARI)

2 ANAK CUKUP


Ternyata, Punya Dua Anak Baik Untuk Kesehatan
Restia Juwita


15/03/2010 17:03 | Kesehatan
Liputan6.com, London: Bagi Anda pasangan suami-istri yang dikaruna dua orang anak, bersenang hatilah. Baru-baru ini sebuah penelitian menemukan bahwa menjadi seorang ibu atau ayah dapat mengurangi risiko kesehatan, dari kanker dan penyakit jantung.

Namun penelitian yang dilakukan pada 1,5 juta orang menemukan hanya bermanfaat bagi laki-laki dan perempuan yang punya dua orang anak. Pasangan suami-istri yang baru saja memiliki satu anak, atau tidak sama sekali, berada pada peningkatan risiko kematian, mungkin dikarenakan mereka kurang menjaga kesehatan.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki keluarga lebih besar juga memiliki kesempatan lebih tinggi menderita banyak penyakit, mungkin karena mereka berjuang untuk mengatasi stres yang tampak setelah memiliki banyak anak-anak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Social Science & Medicine Journal menemukan bahwa dua anak adalah jumlah optimal, dalam hal memberi kontribusi kesehatan bagi orang tua. Demikian dilansir Telegraph, baru-baru ini.

Analisis yang dilakukan para peneliti Inggris dan Norwegia mencatat pria dan wanita Norwegia yang berusia diatas 33 tahun ditemukan tidak memiliki anak, atau hanya memiliki satu orang. Pada kasus yang diteliti, ditemukan peningkatan risiko kematian dari hampir setiap kondisi, dengan kecenderungan yang sangat kuat akibat penyalahgunaan alkohol.

Di antara perempuan, ada resiko yang lebih tinggi, penyakit jantung dan peredaran darah, sedangkan laki-laki lebih sering menderita paru-paru dan masalah pernapasan. Mereka yang memiliki keluarga besar hampir sama buruknya dengan mereka yang tidak ada atau hanya memiliki satu anak, tapi untuk alasan yang berbeda.

Kanker serviks muncul di antara ibu dari empat anak, sementara ayah dari keluarga besar lebih cenderung menderita kekerasan dan kecelakaan. Ada beberapa manfaat bagi perempuan dengan beberapa anak, karena kemungkinan kanker payudara makin berkurang.(RST/AYB)

Template by:
Free Blog Templates